comment 0

Mata Najwa Di Mata Saya

Saya tahu program Mata Najwa akan ditutup dari postingan mas Iskandar Zulkarnaen kemarin. Sesak rasanya. Banyak pertanyaan menggelantung di benak saya, apa penyebabnya dan akan bagaimana selanjutnya. Namun isi postingan saya kali ini akan bicara hal lain. Soal “hutang budi” saya pada program Mata Najwa dengan tuan rumah yang ramah Najwa Shihab. Sesuatu yang tak akan hilang dengan mudah dari ingatan saya.

comment 0

Bangkitnya Lagi KBUI dan Apa Makna Kemunculannya

TERUS TERANG saya termasuk alumni yang kaget dengan bangkitnya lagi Kesatuan Aksi Keluarga Besar Universitas Indonesia (KA KBUI) minggu ini. Organ aksi ini sudah lama ‘mati’ — kalau vacuum kok lebih dari 1 dekade — dan kemunculannya saat ini saya kategorikan sebagai “tepat waktu” di saat kondisi bernegara sedang genting, ketika kepemimpinan sedang absen dan di saat masyarakat butuh harapan. Kurang lebih samalah dengan kemunculannya 19-20 tahun lalu.

comment 0

Yang Tidak Dipahami Denny Siregar dan Kelompok Pro Semen

SEJAK tahun 2014, saya intens mengamati bagaimana korporasi seperti PT Semen Indonesia berusaha menggiring opini publik di media dan juga di media sosial. Komentar saya biasanya pendek saja: mengerikan. Komentar tersebut bisa diartikan “menakutkan”, tetapi bisa juga diartikan dalam bentuk kiasan sebagai “luar biasa buruknya”.

comments 4

Konflik dalam Polarisasi Opini di Dunia Siber dan Konsekuensinya Pada Demokrasi Digital di Indonesia

DUNIA SIBER diterjemahkan dari kata cyberspace, sebuah terminologi yang belum memiliki konsensus mengenai maknanya hingga saat ini. Seringkali dunia siber sebatas dimaknai dengan “segala hal yang berhubungan dengan jaringan dan komputer” tetapi definisi demikian itu tidak mencerminkan kompleksitas yang ada di dalam dunia siber.

Nicholas Negroponte penulis buku Being Digital yang terbit pada tahun 1995 menulis: “Computing is not about computers any more. It is about living.[1] Apa yang ia tuliskan tersebut menjadi kian relevan saat ini. Revolusi teknologi informasi telah membebaskan komputer dari sekedar kotak berisi keyboard dan layar hingga menjadi benda-benda yang kita gunakan untuk berbicara, kendarai, sentuh, bahkan gunakan.